Batak Itu Melayu 21 May 2008
Posted by pardosa in Batak.Tags: Batak, proto melayu, sejarah, sisingamangaraja, thailand
trackback
hmm.. judul yang menarik menurutku.. hihihi… tanya ken apa??
yah cemana g? secara juga ilmu sospol ku dangkal kalii (nyambung g yah??)
Aku mau nulis sedikit soal batak dan melayu ini karna teringat diskusi hangat dengan rekan2 alumni IADEl pas lagi retreat di pancawati… kombur semalam suntuk yg mengganggu kawan2 yg tidur.. hehehe.. peace bro.. bukan maksud hati untuk itu bah..
Saat itu Mr. Er*** mencoba mendeskripsikan pendapatnya soal asal usul orang Batak. Kalau g salah dia ingin menerangkan bahwa penduduk yang pertama ada di sumatera itu khususnya bagian sumatera utara adalah suku melayu (CMIIW). Jadi kemungkinan besar orang Batak itu adalah turunan melayu tersebut.. tapi blom slesai dia bicara langsung kupotong ajahlah… “Gak gitu bos… sorry nih.. setahuku orang Batak itu pertama kali berasal dari Thailand.. Itu jelas kali ada di tarombo kami”… Mr. Er*** pun tak jadi melanjutkan pembicaraannya…
Nah, aku penasaran juga jadinya dengan perdebatan kecil itu, jadinya “terpaksa”-lah nyari2 info terbaru seputar itu.. eh taunya ketemu di buku yang dituliskan dengan gaya Max Weber karangan Mangaraja Onggan Parlindungan yang berjudul “Tuanku Rao“. (Yah walapun banyak yang meragukan kebenaran buku ini tapi soal latar belakang batak ini aku yakin benarlah itu..)
Dalam Bab I buku ini diceritakan seputar asal usul orang batak. Disitu dikatakan bahwa Suku Bangsa Batak adalah bagian dari Rumpun Proto Melayu (sama dengan toraja juga) yang semula adalah satu dari rumpun Proto Melayu di pegunungan Burma/Siam/Thailand. Suku bangsa Batak selama ribuan tahun tinggal dengan suku Proto Melayu lainnya (toraja, ranau, karen, meo, dll) disana.
Karakteristik dari rumpun Proto Melayu ini yang dipegang selama beribu2 tahun adalah lebih senang tinggal didaerah2 pegunungan yang tertutup ato terisolasi ato istilah yang dipake penulis “Splendid Isolation”. Sifat ini berlainan sekali dengan rumpun Neo Melayu (Jawa, Bugis, Aceh, Minangkabau, Sunda, Madura, dll) yang lebih senang tinggal didaerah pesisir, di dataran terbuka tanpa ada pegunungan2 yang menghalangi.
Rumpun proto melayu ini bertahan ribuan tahun dipegunungan perbatasan Burma sampai akhirnya bergeser karena datangnya gangguan dari ekspansi bangsa mongol sekitar +/- 1000 tahun sebelum masehi. Sebagian besar sampai ke tepi laut di Teluk Martaban. Ditepi laut ini lah suku bangsa Batak sedikit terpengaruh oleh budaya hindu (terlihat dari beberapa istilah seperti: Debata, Surgo, Batara, Mangaradja, dll)
Namun karna sudah terbiasa hidup di daerah pegunungan, proto melayu memberanikan diri menyeberang lautan mencari tempat yang cukup aman dan terisolaso untuk ditinggali. Mereka tersebar ke berbagai daerah dan salah satunya Suku Bangsa Batak mendarat di Pulau Andalas. Namun langsung terpecah lagi ke beberapa daerah, al:
- gelombang pertama: berlayar terus dan mendarat dipulau2: Simalur, Nias, Batu, Mentawai, Siberut, dll
- gelombang kedua: mendarat di Sungai Simpang (Singkil yang sekarang), mencari lokasi tertutup di pedalaman, bergerak naik sepanjang Sungai Simpang Kiri, dan berhenti di Kuta Cane. Dari situ mereka menduduki pedalaman aceh. Merekalah yang menjadi orang2 Gayo dan orang2 Alas. Hal inilah mungkin menjadi latar belakang mengapa hubungan antara Sisingamangaraja XII dengan Aceh (khususnya Gayo dan Alas) ini sangat erat. Saling kunjung mengnjungi dan juga bantu-membantu dalam perang melawan Kolonialisme Belanda
gelombang ketiga: mendarat di Muara Sungai Sorkam, antara Barus dan Sibolga. Memasuki pedalaman melewati Doloksanggul (ngeri kali Doloksanggul ini bah… Kota penuh sejarah…) mencari area tertutup, dan berhenti di kaki gunung Pusuk Buhit, ditepi danau toba sebelah barat, diseberang pangururan yang sekarang.
- sisanya mendarat di Pandan/Pulau Panay, di Malambungan/Pulau Lawan, dan di Pampanga/Pulau Luzon, semuanya didaerah Filipina. Merekalah orang2 Filipina yang hingga kini mengaku dirinya Suku Batak
Itulah mungkin ulasan yang pada akhirnya membenarkan perdebatan antara aku ama Mr. er*** tadi. Benar Batak itu adalah melayu, tepatnya Proto Melayu. Dan benar juga orang batak itu berasal dari Thailand.
Imajo.. Horas jala gabe
Referensi dari Buku Tuanku Rao karangan Mangaradja Onggang Parlidungan dan Buku Ahu Sisingamangaradja karangan W.B. Sijabat



Nggak ada yang singgah di Tarutung ya Ry? he..he..he..
Nah, kalau orang Batak asalnya dari Thailand, orang Thailand asalnya dari mana Ry?
Kutunggu ceritamu ya…:D
Menarik sekali ulasanmu ini ito..
Jadi si Raja Batak itu orang Thailand lah yah
Ntar mau kutulis buku yg berjudul “Batak berasal dari Yerusalem”
biar laku bukunya
huehueueueee…
@manik
bieh…. boleh itu… .ya tapi jangan asal buat pra…. buktinya juga kan harus ada…. jangan kek bukunya MO Parlindungan itu… hihihihihi tape deeeeeee
Soal ini ada pantunnya lho…
Bukan kapak sebarang kapak
Kapak dipakai membelah kayu
Bukan Batak sebarang batak
Tapi Batak saudara Melayu…
Salah …. Melayu itu turunan Batak !
Ada yang protes ! hehehehe ….
Salam kenal !
bah….. serius bos??? ada data nya g?? biar kubaca dulu….
salam kenal juga dari sini..
bingung aq pak….uda lama ga bljr sejarah hahahahhahahaah tp ngeri x pendalaman mu yaaaa hehehehhehe