Battle of Montgisard 5 May 2008
Posted by pardosa in Belajar.Tags: battle, crusader, kristen, perang, saladin
trackback
Perang Montgisard antara Saladin dan Kerajaan Jerusalem pada 25 November 1177.
Keadaan Sebelum…
Pada tahun 1177, Kerajaan Jerusalem dihadapkan pada kemungkinan terjadinya krisis besar. Raja Baldwin IV menderita penyakit kusta dan saat itu dia belum mempunyai keturunan sebagai ahli warisnya. Saudara perempuannya Sibylla ditinggal janda dan dalam keadaan mengandung oleh suaminya William dari Montferrat. Petinggi petinggi kerajaan mulai mencari suami pengganti yang cocok untuknya.
Pada saat yang bersamaan, Philip dari Alsace, Seorang Flanders tiba di pilgrimage dan meminta agar Sybilla menikah dengan salah satu pengikutnya.
Sementara itu, Saladin sudah merencanakan invasi ke kerajaan Jerusalem dari Mesir. Mempelajari rencana Saladin, Baldwin IV meninggalkan Jerusalem dengan (menurut Williamm dari Tyre) hanya membawa 375 Knights untuk berusaha bertahan di Ascalon, namun Baldwin diblokade oleh pasukan Saladin disana yang (menurut Willima dari Tyre lagi) mempunyai 26.000 pasukan. Tutur bersama Baldwin saat itu adalah Raynald dari Chatillon. Raynald dari Chatillon adalah Raja Oultrejordain yang baru saja dibebaskan karena tertangkap di Aleppo pada tahun 1176. Raynald adalah musuh besar dari Saladin dan merupakan pemimpin pasukan bersama King Baldwin yang terlalu lemah untuk memimpin pasukan sendiri. Juga bersama dengan pasukan, ada Odo de St Amand, pemimpin dari Knights Templar, Baldwin od Ibelin, saudaranya Balian, Reginald dari Sidon, dan Joscelin III dari Edessa. Sedangkan pasukan lainnya berusaha untuk bertemu dengan Baldwin di Ascalon, namun mereka juga terkepung di Gaza.
The Battle…
Saladin meneruskan perjalanannya ke Jerusalem, berpikir bahwa Baldwin tidak akan berani mengikutinya dengan sedikit pasukan. Dia menyerang Rmal, Lydda, dan Arsuf. Saladin memastikan Baldwin tidak berbahaya lagi, dia mengijinkan pasukannya menyebar ke area yang luas untuk menjarah dan mencari makanan. Tetapi Saladin salah besar, Baldwin dan pasukannya bersama -sama berhasil melarikan diri dari blokade pasukan Saladin dan melakukan long march dari pesisir pantai, berharap dapat bertemu dengan Saladin sebelum dia mencapai Jerusalem. Tentara gabungan dari Baldwin dan pejuang lainnya yang berhasil lolos sekitar 80 Knights, dan beberapa ratus infantri. Mereka bertemu Saladin di Montgisard dekat Ramla.
Saladin sangat terkejut sebagaimana pasukannya tidak dipersiapkan untuk puncak perang. Saladin memanggil pasukannya kembali secepat mungkin, mengorganisirnya kedalam sebuah pusat barisan dengan dua penyerang sayap, yang salah satunya dipimpin oleh keponakannya, Taqi ad-Din. Namun kavaleri ini belum beristirahat sejak meninggalkan mesir dan kuda kudanya sangat kecapaian. Ketika Saladin melakukan manuver pasukan agar bukit berada dibelakang mereka, Pasukan Kristen menyerang pasukan Saladin dari arah tengah.
Pasukan islam lari kocar kacir dan perlengkapannya tertinggal begitu saja untuk pasukan kristen. Anak Taqi ad-Din, Ahmad, terbunuh dalam perang ini dan Imam Diya ad-Din Isa ditawan. Saladin sendiri berhasil lari karena dia menunggangi unta pelari. Baldwin berusaha mengejar Saladin sampai malam namun gagal, dan kemudian kembali ke Ascalon.
Banjir akibat hujan berat dan penderitaan akibat kehilangan 90 persen pasukannya, termasuk penjaga pribadinya Mamluks, Saladin terpaksa kembali ke Mesir. Sepanjang jalan dia dan pasukannya diganggu oleh Suku Bedoin. Hanya sedikit pasukannya kembali ke mesir bersamanya.
Setelah Perang…
Saladin menghawatirkan merenggangnya kekuasaannya di mesir dan persekutuannya dengan budak Syria. Dia akhirnya menyebarkan sebuah propaganda bahwa Pasukan Kristen kalah dalam perang. Baldwin berbuat demikian juga mempropaganda kemenangannya. Dia mendirikan sebuah biara di lokasi perang, yang didedikasikan untuk St. Katarina dari Alexandria. St. Katarina mengadakan pesta kejatuhan pada hari perang itu. Walaupun demikian, ini merupakan kemenangan yang berat. Roger des Moulins, pemimpin Knights Hospitaller, melaporkan bahwa 1100 orang terbunuh dan 750 kembali dalam keadaan terluka.
Sementara itu, Raymond II dari Tripoli dan Bohemund III dari Antiokia bergabung dengan Philip dari Alsace dalam ekspedisi yang terpisah melawan Harim di Syria. Penyerangan terhadap Harim ini berakhir tahun 1178. Kekalahan besar Saladin di Montgisard membuatnya susah untuk membebaskan Orang Syria. Walaupun demikian setelah beberapa tahun interfensi karena hubungan damai, Saladin berhasil melakukan serangan kembali ke Keraaan Jerusalem, termasuk kemenangannya pada Perang di Marj Ayyun tahun itu. Hal ini mempengaruhi hampir kesemua dekade perang yang mencapai puncak kejayaan tehadap pasukan salib. Puncaknya pada Perang Hattin tahun 1187.
Fiksi…
Perang Montgisard berkaitan dengan Film Kingdom of Heaven (2005), sebuah perang dimana Raja Baldwin IV mengalahkan Saladin ketika dia masih berumur 16 thn.
Kenangan akan perang ini juga diberikan di Swedia oleh seorang author Novel, Jan Guillou, yang berjudul Tempelriddaren (The Knight Templar),dimana pemeran utamanya Arn Magnusson (de Gothia) yang berperan sebagai anggota dengan rangking tertinggi dari Knight Templar, memimpin sebuah kontinen pasukan dalam perang Montgisard.
Referensi: Wikipedia



wah..kagak ngerti aku bang…
g suka dengan sejarah
wacaoooo
bieh… g suka sejarah??? hahaha.. wajarnya itu… tapi sejarah itu tetap penting dabah… jadi gpp sekali sekali dibaca..
btz, thank’s dah lewat ke blog ini..
Christian Indonesian Blogger Festival (CIBfest) 2008 telah melahirkan animo besar dalam blogosphere Kristiani Indonesia semenjak launching pada akhir Maret 2008. Animo besar dalam online event gathering yang bervisi-misi Menjadi Garam dan Terang Dalam Suara Baru Indonesia ini bertujuan menciptakan iklim nge-blog yang positif dan menebarkan kasih di dunia maya; sehingga lewat blog dapat menjadi media ekspresi baru yang mampu menyuarakan pikiran, pendapat, kreativitas dan perasaan para blogger Kristen Indonesia.
CIBfest 2008 diselenggarakan oleh Jawaban.Com (www.jawaban.com) adalah divisi pelayanan media internet dari Cahaya Bagi Negeri (CBN) yang merupakan yayasan non-profit yang berfokus pada pelayanan media broadcasting.
Jadi jangan lewatkan untuk menjadi bagian dari CIBfest 2008 ini, bergabunglah dan mari mengambil bagian untuk Menjadi Garam dan Terang Dalam Suara Baru Indonesia. Untuk bergabung silahkan langsung klik http://www.jawaban.com/news/cibfest/form.php
kirain tadi bahas game baru, ternyata bahas sejarah yang gak ku ngerti,,
he..hehh…
Pilem King Arthur juga seru..dilatar belakangi kejayaan romawi..
nonten ye…
ini baru cerita seru (menurutku), hari ini atau hari esok, tidak akan ada kalau tanpa hari kemarin (stuju?)